Jelang Pembukaan Sekolah Bulan Depan, Kematian Covid-19 AS Lampaui 160.000, Infeksi Hampir 5 Juta

Petugas kesehatan mendapatkan apresiasi dari warga New York dalam menangani pasien virus corona (Covid-19) di New York City, Amerika Serikat (13/4/2020). Agensi Anadolu/Tayfun Coşkun

Indonesiainside.id, New York – Angka kematian akibat pandemi virus corona di Amerika Serikat (AS) dilaporkan melampaui 160.000 kasus pada Jumat (7/8). Ironisnya peningkatan ini, yang merupakan hampir seperempat dari total angka kematian global, justru terjadi jelang rancana pembukaan kembali sekolah di Negara itu, bulan depan.

Dilansir Channel News Asia, hingga saat ini AS mencatat 160.003 kematian dan hampir 5 juta kasus virus corona. Ini adalah beban kasus infeksi dan kematian tertinggi di dunia.

Pakar kesehatan masyarakat AS menyuarakan keprihatinan mereka selama berminggu-minggu, bahwa orang Amerika di beberapa tempat masih banyak yang menolak memakai masker dan tidak menjaga jarak sosial yang aman.

Kematian akibat virus corona meningkat di 23 negara bagian AS, dan kasus infeksi juga meningkat di 20 negara bagian, menurut data perhitungan Universitas John Hopkins selama dua minggu terakhir, dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

Berdasarkan per kapita, Amerika Serikat menempati urutan ke-10 tertinggi di dunia untuk kasus dan kematian. Tonggak sejarah suram juga dicatatkan pada Jumat (7/8), menandai peningkatan 10.000 kematian akibat virus corona dalam sembilan hari beruntun di AS.

Banyak dari korban meninggal tercatat di California, Florida dan Texas, tiga negara bagian AS dengan jumlah kasus tertinggi. Sementara infeksi baru dilaporkan tampaknya menurun di negara bagian tersebut.

Dr Deborah Birx, koordinator utama untuk tanggapan virus corona Gedung Putih, memperingatkan peningkatan mengkhawatirkan dalam tingkat tes yang kembali positif di beberapa kota, termasuk Boston, Chicago, Detroit dan Washington.

Massachusetts, menjadi negara bagian yang paling dipuji karena memiliki salah satu strategi penahanan paling efektif di AS. Baru-baru ini, Gubernur Charlie Baker bahkan mengurangi jumlah maksimum orang yang diizinkan pada pertemuan luar ruangan dari 100 menjadi hanya 50.

Sebelumnya, pakar kesehatan Universitas Washington mengatakan, hampir 300.000 penduduk AS diperkirakan bisa meninggal karena Covid-19 pada 1 Desember nanti. Namun mereka mengatakan bahwa sekitar 70.000 nyawa bisa diselamatkan jika orang Amerika mampu menjaga kehati-hatian, dan selalu mengenakan masker.

Sementara itu, di seluruh negeri, pejabat AS, persatuan guru, orang tua dan siswa berdebat tentang bagaimana membuka kembali sekolah dengan aman.

Presiden Donald Trump mendesak negara-negara bagian untuk kembali melanjutkan kelas tatap muka, dengan meyakinkan mereka bahwa virus akan hilang begitu saja nantinya. Tetapi pejabat kesehatan mengatakan kepada negara-negara bagian dengan jumlah kasus yang meningkat untuk berjaga-jaga.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada Jumat (7/8), sekitar 700 distrik sekolah di negara bagian itu boleh membuka kembali ruang kelas September nanti. Tetapi dia juga bersikeras agar pihak sekolah melakukan konsultasi ekstensif dengan guru, siswa dan orang tua sebelumnya.

Menurut Cuomo, distrik sekolah New York bebas memilih hanya pembelajaran jarak jauh, pembelajaran di dalam kelas, atau campuran keduanya. Rencana keselamatan untuk ruang kelas yang dibuka kembali harus terlebih dahulu disetujui oleh Departemen Kesehatan negara bagian.

“Jika Anda melihat tingkat infeksi kami, kami mungkin berada dalam situasi terbaik di negara saat ini,” kata Cuomo kepada wartawan. “Jika ada wilayah yang bisa membuka kembali sekolah, maka kami juga pasti bisa buka sekolah.”

Di New York City, di mana 1,1 juta anak menghadiri jaringan sekolah umum terbesar di negara itu, Walikota Bill de Blasio mengatakan bahwa kehadiran siswa akan dibatasi antara satu hingga tiga hari setiap minggu. Para orang tua di New York City memiliki waktu hingga Jumat untuk meminta pembelajaran jarak jauh untuk anak-anak mereka.

Berbeda dengan New York City, Chicago Public Schools, yang merupakan distrik sekolah terbesar ketiga di negara itu, membalikkan arah dengan mengatakan bahwa para siswa akan tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh ketika tahun ajaran dimulai.

Sementara beberapa negara bagian, termasuk Florida dan Iowa, mewajibkan sekolah untuk memberikan setidaknya beberapa pembelajaran secara langsung, sementara gubernur Carolina Selatan dan Missouri merekomendasikan semua ruang kelas dibuka kembali.

Sedangkan Texas yang awalnya menuntut agar sekolah dibuka kembali, kini berubah pikiran, dengan mengizinkan distrik untuk mengajukan keringanan karena negara bagian itu bergulat dengan meningkatnya beban kasus.

Distrik Sekolah Independen Houston mengatakan bahwa tahun ajaran akan dimulai secara virtual pada 8 September, tetapi akan bergeser ke pembelajaran tatap muka pada 19 Oktober. (Msh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here