Sindrom Langka terkait Covid-19 Ini Ditemukan pada Hampir 600 Anak di AS

Indonesiainside.id, New York – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan pada Jumat (7/8), hampir 600 anak dirawat di rumah sakit Amerika Serikat (AS) dengan sindrom inflamasi langka terkait virus corona selama empat bulan selama puncak pandemi.

Sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) adalah kondisi langka namun parah yang memiliki gejala serupa dengan syok toksik dan penyakit Kawasaki, termasuk demam, ruam, kelenjar bengkak, dan, dalam kasus yang parah, peradangan jantung.

Hal ini ditemukan pada pasien anak-anak dan remaja sekitar dua hingga empat minggu setelah timbulnya Covid-19. “Dengan meningkatnya kasus Covid-19, mungkin ada peningkatan kejadian MIS-C, tetapi ini mungkin tidak segera terlihat karena keterlambatan perkembangan gejala,” kata CDC dalam laporannya.

Pada Mei lalu, CDC menerbitkan peringatan kesehatan dengan rincian bagaimana MIS-C bermanifestasi pada pasien, dan meminta dokter untuk melaporkan kasus yang dicurigai di AS ke departemen kesehatan lokal dan negara bagian.

Pada 29 Juli, departemen kesehatan negara bagian di seluruh negeri melaporkan total 570 pasien MIS-C yang didiagnosis dengan penyakit tersebut dari 2 Maret hingga 18 Juli. “Di antara kasus MIS-C, semua pasien dinyatakan positif Covid-19 dan 10 diantaranya dinyatakan meninggal,” kata CDC dalam laporan itu.

Data tersebut konsisten dengan dua penelitian AS yang diterbitkan pada Juni lalu, dan beberapa laporan sindrom di antara pasien Covid-19 di Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Laporan tersebut, kata CDC, menyoroti perlunya kesadaran yang lebih besar di antara penyedia layanan kesehatan, karena membedakan pasien dengan MIS-C dari mereka dengan Covid-19 akut dan kondisi hiperinflamasi lainnya sangat penting untuk pengenalan dini, diagnosis dini, dan pengobatan yang tepat. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here