Tersangka Penyandera di Bank Perancis, Nyatakan Keprihatinannya atas Warga Palestina kepada Negosiator

Indonesiainside.id, Paris – Pria bersenjata yang menyandera enam orang di sebuah bank di Prancis, akhirnya menyerah kepada polisi, dan melepaskan para sandera tanpa melukai satupu di antara mereka.

Yang menarik, saat berbicara dengan negosiator, tersangka kerap menyebutkan tentang kesulitan yang dihadapi warga Palestina. Tetapi dia tidak pernah menyebut-nyebut mendukung kelompok ekstremis manapun.

Tersangka yang diidentifikasi berusia 34 tahun itu, memiliki riwayat penyakit mental dan menghabiskan banyak waktunya di rumah sakit jiwa setelah sebelumnya juga pernah menyandera beberapa orang di bank lain pada 2013.

Selama drama penyanderaan berlangsung, ia menuntut perumahan sosial untuk dirinya sendiri dan putranya yang cacat. Dan dalam negosiasi enam jam dengan polisi, tersangka kerap menyatakan dukungan dan keprihatinannya terhadap warga Palestina. Tapi dia tidak menyebutkan dukungan untuk suatu kelompok ekstremis manapun.

“Dia terus-menerus mendesak anak-anak Palestina dibebaskan dari penjara Israel, dan meminta warga Palestina yang berusia di bawah 40 tahun untuk shalat di masjid Aqsa di Yerusalem,” kata sumber polisi Prancis.

Pria itu dikenali aparat penegak hokum Perancis. Ia termasuk dalam daftar pantauan badan keamanan “Fiche S” yang mencakup individu-individu yang dianggap pihak berwenang rentan terhadap radikalisasi agama.

Para penyelidik mengatakan bahwa tersangka ada kecenderungan penyakit mental dan radikalisasi agama dalam beberapa serangan yang mengguncang Prancis dalam beberapa tahun terakhir, jadi mempersulit prediksi perilaku.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here