Meski Ada Risiko Gelombang Kedua Covid-19, PM Inggris Nekat Buka Sekolah September

Boris Johnson (New Statesman)

Indonesiainside.id, London – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, pembukaan kembali sekolah pada September nanti merupakan keharusan sosial, ekonomi dan moral. Johnson bersikeras bahwa sekolah akan dapat beroperasi dengan aman meskipun ancaman pandemi terus berlanjut.

Komentar PM Inggris itu, menyusul sebuah penelitian pada awal bulan ini yang memperingatkan bahwa Inggris berisiko terkena gelombang kedua Covid-19 pada musim dingin ini dua kali lebih besar dari wabah awal jika sekolah dibuka tanpa sistem uji dan penelusuran yang lebih baik.

Namun, dalam sebuah tulisan di salah satu media Inggris pada Minggu (9/8), Johnson mengatakan bahwa memulai kembali sekolah adalah prioritas nasional. Sekolah akan menjadi tempat terakhir untuk ditutup dalam pembatasan lokal di masa depan.

“Menjaga sekolah kita tutup lebih lama dari yang benar-benar diperlukan adalah tidak dapat ditoleransi secara sosial, tidak berkelanjutan secara ekonomi, dan secara moral tidak dapat dipertahankan,” tulis Johnson.

Perdana menteri memperingatkan, biaya ekonomi bagi para orang tua yang tidak dapat bekerja jika sekolah tutup akan terus meningkat, dan negara menghadapi masalah besar jika anak-anak tidak masuk sekolah.

“Pandemi ini belum berakhir, dan hal terakhir yang bisa kita lakukan adalah berpuas diri. Tapi sekarang kami cukup tahu untuk membuka kembali sekolah bagi semua murid dengan aman, kami memiliki kewajiban moral untuk melakukannya,” tambah Johnson dalam tulisannya, yang dilansir Arab News.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here