Sebanyak 142 Meninggal akibat Covid-19 di California dalam 24 Jam, Total Kematian menjadi 10 Ribu

Indonesiainside.id, Los Angeles— Jumlah kematian akibat Covid-19 di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), bertambah menjadi 10.011 pada Jumat (7/8), menurut angka terbaru dari Departemen Kesehatan Masyarakat California.  Dengan populasi sekitar 40 juta jiwa, negara bagian terpadat di negara itu mencatatkan tambahan 142 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 10.011, ungkap departemen tersebut dalam laporan hariannya.

Jumlah itu menjadikan California sebagai negara bagian di AS dengan jumlah kematian tertinggi ketiga sejak awal pandemi, diikuti oleh New York dengan lebih dari 32.000 kematian, dan New Jersey dengan hampir 16.000 kematian.   Sementara itu, kasus terkonfirmasi Covid-19 di negara bagian tersebut naik 8.436 menjadi 538.416.

Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Mark Ghaly mengungkapkan bahwa sebuah kesalahan telah menyebabkan terjadinya penumpukan.  Sebanyak 250.000 hingga 300.000 laporan kesehatan yang belum diproses di California, yang banyak di antaranya merupakan hasil tes Covid-19.

Namun, Ghaly menegaskan bahwa tren Covid-19 di California secara keseluruhan masih konsisten, karena tidak semua laporan kesehatan itu merupakan kasus terkonfirmasi dan beberapa kemungkinan hanya duplikat.  Sebanyak 8.596.882 pengujian Covid-19 telah dilakukan di California, yang mewakili kenaikan 96.419 kasus dalam periode pelaporan 24 jam sebelumnya.

Sementara itu, Los Angeles County mencatatkan 48 kematian tambahan pada Jumat (7/8). Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di county terpadat dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa di AS itu bertambah menjadi 4.869. (ant/xh/NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here