Hampir 50 Orang Tewas akibat Banjir Bandang, PM Pakistan Kerahkan Militer Atasi Bencana

Indonesiainside.id, Karachi – Hampir 50 orang dilaporkan tewas di seluruh Pakistan, setelah hujan lebat selama tiga hari, yang mengakibatkan banjir bandang. Hujan juga merusak sekitar 100 rumah dan menyebabkan banjir di kanal utama yang membanjiri desa-desa di provinsi Sindh.

Pasukan dengan perahu bergegas ke distrik yang terkena banjir di Sindh pada Ahad (9/8), untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Militer mengatakan bahwa mereka menyelamatkan lebih dari 100 orang dari distrik Dadu di Sindh.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan, 19 orang tewas dalam insiden terkait hujan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa barat laut, 12 di provinsi Sindh selatan, 8 di provinsi Punjab, dan 10 di wilayah utara Gilgit-Baltistan, dalam tiga hari terakhir. Dilansir Al Jazeera, setiap tahun, banyak kota di Pakistan berjuang untuk mengatasi banjir monsun tahunan. Pemerintah juga kerap menuai kritik tentang perencanaan yang buruk.

Hujan deras juga melanda banyak distrik di provinsi Balochistan barat daya dan merusak rumah. Menurut laporan media setempat, sedikitnya delapan orang tewas di provinsi itu karena hujan dan banjir.

“Lebih dari selusin orang masih hilang di Balochistan,” kata Younus Aziz Mengal, juru bicara otoritas manajemen bencana provinsi. Dia menambahkan, banjir merusak jembatan dan jalan raya, memutus jalur di Gawadar, kota pelabuhan di Laut Arab.

Hujan deras yang dimulai pekan lalu, menyebabkan air memenuhi jalan-jalan di timur kota Lahore. Ini terutama mengganggu kehidupan normal di Karachi, ibu kota provinsi Sindh, di mana limbah membanjiri sebagian besar jalan.

Hal tersebut mendorong Perdana Menteri Imran Khan untuk memerintahkan tentara agar membantu pihak berwenang dalam menangani situasi tersebut. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here