Syeikh Raed Salah Peringatkan Rencana Israel Kuasai Masjid Al-Aqsha

Syeikh Raed Salah

Indonesiainside.id, Ankara – Ikon perlawanan Palestina, Syeikh Raed Salah, pada Ahad (9/8), memperingatkan terhadap bahaya yang mengelilingi Masjid Al-Aqsha di Yerusalem yang diduduki oleh otoritas Israel.  Raed Salah, Kepala Gerakan Islam di Israel, menjadi tuan rumah dalam seminar online yang diadakan Komisi Yerusalem dari Platform Masyarakat Sipil Ankara (ACSP) di Turki, tidak lama sebelum dia memulai hukuman penjara 28 bulan pada 16 Agustus pekan depan.

Salah menjelaskan bahwa rencana Israel dimulai dengan pendudukan kota suci pada Juni 1967, ketika serangan pertama Israel di Al-Aqsha diluncurkan beberapa hari setelah merebut kota, dengan penghancuran kawasan Mughrabi (Maroko) yang berdekatan dengan kompleks Al-Aqsha. Dua tahun kemudian pada puncaknya, ketika mereka melakukan pembakaran masjid pada 1969.

Dia mengatakan serangan Israel sejak itu terus berlanjut secara teratur dan hari-hari ini ditandai oleh pemukim Israel yang membobol Al-Aqsha untuk melakukan ritual Talmud di dalam masjid tersuci ketiga Islam. Syeikh Salah mengatakan semua partai politik di Israel setuju untuk mempertahankan kendali Israel atas Yerusalem, dan mencatat ada konsensus untuk mempertahankan pendudukan kota dalam upaya untuk mengisolasi Masjid Al-Aqsha dan kemudian akhirnya menghancurkannya.

Mengomentari peran rakyat Palestina, terutama di Yerusalem untuk membela Al-Aqsha, Salah mengungkapkan apresiasinya atas perjuangan Palestina yang tetap berdiri dengan teguh melawan semua upaya Israel.  Selain itu, Syeikh Salah juga memuji upaya Turki dan Malaysia di tingkat internasional dan akar rumput untuk mempertahankan dan mendukung Al-Aqsha.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here