Masih Kurang Puas Pembubaran Kabinet, Pengunjuk Rasa di di Lebanon Menuntut Seluruh Anggota DPR Berhenti

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan di luar gedung parlemen. Para pengunjuk rasa memasang tali gantungan dalam potongan karton kepala milisi Syiah Hizbullah yang didukung Iran Hassan Nasrallah, Presiden Michel Aoun dan Ketua Parlemen Nabih Berri

Indonesiainside.id, Beirut- Pasukan keamanan Lebanon pada Selasa (11/8) menembakkan gas air mata ke pengunjuk rasa dalam upaya untuk menjauhkan mereka dari gedung parlemen di ibu kota Beirut. Demonstran turun ke jalan menuntut lengsernya pemerintah yang berkuasa menyusul ledakan besar Selasa lalu di pelabuhan Beirut yang menewaskan sedikitnya 171 orang.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke pasukan keamanan, yang melakukan intervensi dengan menembakkan gas air mata. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang mengecam politikus yang berkuasa, yang mereka tuduh melakukan korupsi dan tidak mampu serta bertanggung jawab atas ledakan mematikan itu.

Mereka menuntut diberhentikannya seluruh anggota DPR yang dipimpin oleh Nabih Berri, dan Presiden Michel Aoun. “Kami di sini untuk menekan otoritas dan pengunduran diri pemerintah Diab hanyalah permulaan,” kata seorang pemrotes kepada Anadolu Agency.

Lebanon, yang memiliki struktur yang sangat rapuh soal perpecahan politik berdasarkan agama dan sekte yang berbeda, dilanda bencana ledakan besar di pelabuhan Beirut, gerbang perdagangan terbesar negara itu. Ledakan terjadi saat negara itu tengah bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memerangi krisis ekonomi yang dialaminya sejak Oktober tahun lalu.

Ledakan di Pelabuhan Beirut semakin meningkatkan kemarahan publik terhadap pemerintah dalam waktu yang lama. Perdana Menteri Hassan Diab mengumumkan pengunduran dirinya pada hari ketiga protes yang dimulai sejak Sabtu di pusat kota Beirut dengan partisipasi ribuan orang dan slogan “Hari Perhitungan”.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here