Iran Hukum Pengacara Inggris 10 Tahun Penjara atas Tuduhan Spionase

penjara Iran

Indonesiainside.id, Teheran – Seorang pengacara Inggris-Iran didakwa atas tuduhan mata-mata, dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, bersama dengan empat warga negara Iran lainnya. Pengadilan Iran mengatakan Shahram Shirkhani, seorang pengacara yang berbasis di Teheran, bekerja sebagai mata-mata bagi badan intelijen Inggris (MI6), dan mencoba merekrut pejabat Iran untuk bekerja untuk MI6.

Shirkhani, yang juga mengajar hukum di Universitas Azad Islam pada saat penangkapannya, sebelumnya menjabat sebagai penasihat hukum otoritas investasi asing Iran. Gholamhossein Esmaili, juru bicara kehakiman, mengatakan Shikhani membocorkan informasi rahasia tentang bank sentral Iran dan kontrak kementerian pertahanan.

“Shikhani adalah satu dari lima warga Iran yang menjadi mata-mata untuk badan intelijen asing yang ditangkap selama beberapa bulan terakhir,” kata Esmaili.

Pemerintah Iran juga menuduh seorang warga lainnya bekerja sebagai mata-mata untuk Inggris, Israel, dan Jerman. Dia adalah Masoud Mosaheb, seorang warga negara Austria-Iran yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Iran-Austria.

Dilansir Arab News, dalam kasus terpisah dengan Shikhani, Mosaheb juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena memata-matai badan intelijen Israel dan Jerman, kata Esmaili. Deketahui, Teheran banyak dikritik sejumlah pengamat hukum, karena proses peradilannya yang kurang transparan, dan karena menargetkan sejumlah orang asing yang dianggap memiliki hubungan dengan negara-negara Barat.

Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang, sebelumnya mencatat pola Iran menahan dua warga negara, dan mengatakan penangkapan dan penahanan oleh Teheran adalah sewenang-wenang, dan bahwa pihak menargetkan orang berdasarkan kebangsaan atau latar belakang sosial mereka.  Sementara Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa pihak berwenang Iran secara sistematis membatasi orang asing yang dituduh melakukan kejahatan keamanan nasional, seperti Shikhani dan Mosaheb, dengan akses ke pengacara pilihan mereka.

HRW juga mengatakan bahwa banyak dari mereka yang dijatuhi hukuman penjara lama atau bahkan hukuman mati di Iran, tidak memiliki akses ke penasihat hukum selama proses penyelidikan. Bulan lalu, Iran mengeksekusi Mahmoud Mousavi Majd, mantan penerjemah yang dihukum karena tuduhan sebagai mata-mata untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dia dituduh membantu menemukan Qassem Soleimani, komandan militer kuat yang dibunuh oleh AS dalam serangan pesawat tak berawak. Selain Majd, Reza Asgari juga dieksekusi pada Juli laluu, setelah dia dihukum karena memata-matai program rudal Iran untuk AS. (NE)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here