Hizbullah: Israel Akan Bayar Mahal Jika Terlibat Ledakan Beirut

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Beirut – Pemimpin Hizbullah Sayed Hassan Nasrallah pada Jumat (14/8) mengumumkan bahwa Israel akan membayar mahal jika investigasi yang dilakukan sistem peradilan Lebanon membuktikan mereka berada di balik peristiwa ledakan di Pelabuhan Beirut, seperti dilaporkan stasiun televisi lokal al-Manar.

Nasrallah menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui televisi. Dia juga mengatakan dalam pidato tersebut bahwa seluruh warga dan partai di Lebanon, tidak hanya Hizbullah, akan melancarkan balasan jika ledakan itu ternyata merupakan sebuah serangan.

Dua ledakan dahsyat terjadi di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus sekitar pukul 18.10 waktu setempat (22.10 WIB), mengguncang bangunan di seluruh ibu kota Lebanon tersebut, dan menewaskan sedikitnya 177 orang serta melukai lebih dari 6.000 lainnya.

Investigasi terhadap dua ledakan itu telah dimulai dan Presiden Lebanon Michel Aoun pada Jumat menyampaikan dirinya menerima partisipasi negara lain dalam investigasi tersebut.

Nasrallah juga mengecam kesepakatan damai yang dicapai Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel. Dia menganggap kesepakatan itu sebagai “pengkhianatan terhadap warga Arab dan Palestina.”

Menurutnya, akan semakin banyak negara Arab yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel dalam beberapa bulan ke depan menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), dan kesepakatan ini akan menguntungkan Presiden AS Donald Trump yang gagal menangani banyak isu di negaranya sendiri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here