Amerika – Kanada Sepakat Perpanjang Tutup Perbatasan

Orang-orang yang mengenakan masker berjalan di sebuah taman di Vancouver, British Columbia, Kanada, Minggu 912/7/2020). Xinhua/Liang Sen

Indonesiainside.id, Jakarta – Kanada dan Amerika Serikat (AS) sepakat menutup perbatasan antara kedua negara untuk perjalanan yang nonesensial selama satu bulan lagi untuk membendung penyebaran Covid-19, kata Menteri Keamanan Masyarakat Kanada Bill Blair pada Jumat (14/8).

Perjanjian tersebut, yang pertama kali diumumkan pada Maret dan telah diperpanjang setiap bulan sejak saat itu, akan berlaku hingga setidaknya 21 September.

“Kami memperpanjang pembatasan arus keluar masuk di perbatasan Kanada-AS selama 30 hari lagi, hingga 21 September 2020. Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat kami,” cuit Blair.

Perjanjian tersebut, sebagaimana berlaku, memberikan pengecualian untuk arus perdagangan dan perniagaan, serta pekerja asing sementara dan pekerja layanan kesehatan penting seperti perawat yang tinggal dan bekerja di seberang perbatasan. Turis dan kunjungan lintas batas tetap dilarang.

Pemerintah Kanada juga bergerak untuk menahan pergerakan warga Amerika yang melalui Kanada dengan dalih dalam perjalanan ke Alaska. Pelancong AS yang menuju ke negara bagian utara itu dibatasi lima penyeberangan di Kanada Barat dan mereka harus berkomitmen untuk mengambil rute langsung.

Kepala Kesehatan Masyarakat Kanada Theresa Tam pada Jumat mengatakan bahwa Kanada akan terus memantau data epidemiologi di kedua sisi perbatasan sebelum membuat keputusan untuk membuka negara itu kepada lebih banyak wisatawan AS.

Tam mengatakan dia tidak ingin melihat lonjakan kasus yang terkait dengan Amerika Serikat setelah Kanada mampu melandaikan kurva infeksi dengan langkah kesehatan masyarakat yang agresif.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here