Iran: Hubungan UAE-Israel Pengkhianatan Perjuangan Palestina

Presiden Iran-Hassan Rouhani. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Teheran – Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu (15/8) mengecam langkah Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel sebagai “pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina,”.

“Langkah ini tidak tepat, salah, dan sungguh tercela, dan ini merupakan pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa Palestina, perjuangan umat Muslim, dan perjuangan Yerusalem,” kata Rouhani dalam sebuah rapat kabinet.

Para pemimpin UEA keliru jika berpikir bahwa dengan “mendekatkan diri kepada Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis,” mereka akan menjamin keamanan dan pertumbuhan ekonomi mereka sendiri, ujar sang presiden.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) Iran juga mengecam langkah diplomatik UEA ini sebagai “pengkhianatan yang nyata terhadap tujuan bersama komunitas Islam.”

Normalisasi hubungan telah “direncanakan dan dipimpin oleh rezim teroris dan tidak manusiawi Amerika Serikat,” kata IRGC dalam pernyataan resminya seperti dilansir Tasnim.

Pembentukan hubungan diplomatik UEA-Israel ini bertujuan untuk “melegitimasi rezim Zionis, melemahkan front perlawanan Palestina, serta mengesampingkan persoalan Yerusalem dan Palestina,” imbuh pernyataan IRGC tersebut.

Perjanjian Israel-UEA untuk menjalin hubungan diplomatik penuh diumumkan pada Kamis (13/8) dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan AS, Israel, dan UEA.

Pengumuman tersebut menjadikan UEA sebagai negara Teluk Arab pertama, serta negara Arab ketiga setelah Mesir dan Yordania, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. (EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here