Pascapemberontakan Militer, Presiden Mali mundur

Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita. Foto: Anadolu Agency

Indonesiainside.id, Senegal – Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita, mengumumkan pengunduran dirinya dan pembubaran parlemen setelah dia ditangkap oleh tentara pemberontak. Dilansir dari Anadolu, Keita dan Perdana Menteri Boubou Cisse dibawa ke kamp militer Kati yang terletak 15 kilometer di barat laut Ibu Kota Bamako sekitar pukul 16.30 waktu setempat, Selasa (18/8).

“Saya tidak ingin ada darah yang tumpah untuk membuat saya tetap berkuasa,” ujarnya dalam pidato singkat yang disiarkan televisi pemerintah, Rabu (19/8). Keita juga menyatakan penyesalan atas hilangnya nyawa saat demonstrasi yang diadakan pada 10-12 Juli.

Sebelumnya, pada hari yang sama, suara tembakan terdengar di kamp, sementara truk militer juga terlihat di jalan menuju ibu kota. Menurut laporan, militer memblokir jalan dari Kota Kati ke Bamako, sementara bisnis serta perkantoran juga ditutup.

Bulan lalu, ketua Komisi Uni Afrika mendesak ketenangan, dialog, dan negosiasi yang berkelanjutan untuk penerapan solusi konsensual guna menjaga perdamaian, stabilitas, dan kohesi sosial di Mali. Ketegangan di Mali pecah pada 2012 setelah kudeta yang gagal dan pemberontakan oleh separatis Tuareg yang pada akhirnya memungkinkan kelompok militan yang terkait dengan al-Qaeda untuk mengambil alih bagian utara negara itu. (RAM)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here