Turki: Tidak Ada Siapapun Yang Bisa Membajak Demokrasi

Ibrahim Kalin (tengah) juru bicara kepresidenan mendampingi 30 duta besar dalam kunjungan di Masjid Agung Hagia Sophia, Kamis (6/8/2020). Agensi Anadolu/İslam Yakut

Indonesiainside.id, Istanbul – Juru bicara partai yang berkuasa di Turki mengatakan bahwa tidak ada pihak asing yang bisa membajak atau menghancurkan demokrasi di negaranya itu.

Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Omer Celik mengomentari pernyataan kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden.

“Tidak ada yang bisa membajak, menghancurkan demokrasi, dan mencampuri sistem politik Turki,” kata Celik usai rapat dewan partainya.

Dalam cuplikan videonya yang menjadi viral, Biden mengatakan pihaknya dapat mendukung oposisi Turki agar mereka kuat serta memberanikan mereka untuk dapat mengalahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Bukan dengan kudeta, tetapi melalui pemilu.

Pernyataannya – yang direkam Desember lalu tetapi baru pertama kali disiarkan pada Sabtu itu – menuai kecaman dari seluruh tokoh politik di Turki, termasuk kubu pemerintah dan kubu oposisi.

Biden saat ini unggul dalam unggul dalam jajak pendapat di AS, tetapi pemilihan presiden yang akan digelar pada 3 November masih beberapa bulan lagi.

Merujuk juga ucapan Biden, Celik mengecam pihak pendukung kelompok teroris di Suriah.

“Siapapun yang mendukung PYD/PKK, mengirimkan senjata kepada mereka, merekalah yang menginginkan kematian bagi anak-anak Kurdi,” sebut dia.

Tak ada warga Kurdi di negara itu yang akan menjadi bagian dari agenda imperialis ini, imbuh dia.

Dalam kampanye terornya melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, YPG/PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. YPG/PYD adalah cabang PKK di Suriah.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here