UU Baru Brasil Membuat Kurikulum Pendidikan Lebih Fleksibel di Masa Pandemi

Ilustrasi pemanfaatan jaringan internet untuk pembelajaran. Foto: ANTARA

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Rabu (19/8) mengesahkan undang-undang (UU) untuk membebaskan sekolah dari kewajiban memenuhi jumlah hari sekolah minimum di tengah pandemi Covid-19, sehingga membuat tahun akademik kali ini lebih fleksibel.

UU baru tersebut membebaskan sekolah dasar dan menengah dari kewajiban memenuhi kalender sekolah wajib 200 hari dan jam belajar minimum 800 jam, yang keduanya diwajibkan oleh undang-undang pendidikan Brasil.

Namun, sekolah dasar dan menengah harus memenuhi beban kerja yang diwajibkan oleh UU, yang sebagian telah dilakukan melalui kelas daring (online).

Kendati demikian, beban kerja dapat diselesaikan pada tahun depan berdasarkan kebijakan masing-masing sekolah melalui aktivitas pendidikan online.

Sekolah dasar dan menengah, begitu pula universitas, di Brasil telah menangguhkan kegiatan kelas tatap muka mulai Maret lalu, dan menggantinya dengan kelas online, akibat pandemi Covid-19.

Negara Bagian Amazonas, Brasil barat laut, pada pekan ini telah memulai kembali sebagian kelas tatap muka, menjadi satu-satunya negara bagian yang melakukan kebijakan tersebut sejauh ini.

Institusi pendidikan tinggi juga dibebaskan dari kewajiban belajar di kelas 200 hari, namun harus memenuhi program pengajaran untuk setiap mata kuliah.(EP/xh)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here