Batasi Presiden hanya Dua Periode, Amandemen Konstitusi Bakal Dihapus Pemerintah Sri Lanka

Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa [Dinuka Liyanawatte / Reuters]

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Sri Lanka mengatakan dia akan menggunakan mandat luar biasa yang diterima oleh koalisi pemerintahannya dalam pemilihan parlemen baru-baru ini untuk menghapus amandemen konstitusi yang membatasi kekuasaan presiden dan membatasi presiden untuk dua periode.

Dalam pidato kebijakan pada pembukaan parlemen baru pada hari Kamis, Presiden Gotabaya Rajapaksa mengatakan pemerintahnya akan menghapus Amandemen ke-19 sebagai prioritas dan kemudian menyusun konstitusi baru.

Amandemen ditambahkan oleh pendahulunya, Maithripala Sirisena, untuk mereformasi sistem politik negara dengan mengurangi kemampuan presiden untuk mengumpulkan kekuatan yang luas.

Langkah tersebut akan memperkuat cengkeraman Rajapaksa pada kekuasaan karena negara akan kembali ke status konstitusional sebelumnya, di mana presiden dapat memimpin kementerian, mengangkat dan memberhentikan menteri, menunjuk pejabat kepolisian, kehakiman dan layanan publik serta membubarkan parlemen kapan saja setelah satu tahun. .

“Konstitusi kami telah diubah 19 kali sejak tahun 1978, menimbulkan banyak ketidakpastian dan kebingungan,” katanya kepada parlemen, dikutip Sabtu (22/8).

“Karena rakyat telah memberi kami mandat yang kami minta dari mereka untuk perubahan konstitusi, kami akan memprioritaskan untuk mencabut Amandemen ke-19 seperti yang kami janjikan kepada rakyat,” katanya.

“Setelah itu, kita akan berkumpul dan membawa konstitusi baru yang diminta dan dibutuhkan negara.”

Rajapaksa mengatakan dia menghadapi banyak pembatasan karena Amandemen ke-19 sejak terpilih sebagai presiden November lalu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here