Embargo Segera Berakhir, Iran Akan Kembali Kena Sanksi Amerika Serikat?

Donald Trump dan Pemimpin Iran Hassan Rouhani. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Amerika Serikat telah secara resmi memulai proses untuk mengembalikan sanksi PBB terhadap Iran yang dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan sejumlah kekuatan dunia.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB di New York pada pada Kamis bahwa dia telah menyerahkan surat kepada Presiden Dewan Keamanan PBB Dian Triansyah Djani dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk secara resmi memberi tahu soal langkah tersebut.

“Tindakan kita hari ini seharusnya tidak mengejutkan siapa pun. Tim kami telah melakukan setiap upaya diplomatik selama hampir dua tahun untuk memperbarui embargo senjata ini,” kata Pompeo, seminggu setelah AS menerima pukulan yang memalukan di Dewan Keamanan.

Pemberitahuan yang disampaikan oleh Pompeo memulai hitungan mundur 30 hari untuk sanksi yang akan diberlakukan kembali.

Pekan lalu, AS berusaha untuk mengeluarkan resolusi di Dewan Keamanan untuk memperpanjang embargo senjata yang akan berakhir pada 18 Oktober di bawah perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.

Resolusi itu hanya menerima dukungan dari AS dan satu negara lain dari 15 anggota dewan, sementara negara lainnya menentang atau memilih abstain.

Selain itu, penandatangan JCPOA – China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Iran, Rusia dan Inggris – mempermasalahkan langkah AS melakukan “snapback”, yang akan memicu pencabutan semua sanksi sebagai bagian dari perjanjian nuklir 2015.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here