Pemerintah Afghanistan Desak Taliban untuk Meletakkan Senjata dan Memulai Pembicaraan Damai

Taliban. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Sedikitnya 14 pasukan keamanan tewas dalam tiga serangan di Afghanistan, karena kekerasan membuat negara itu tetap dalam genggamannya dan dimulainya pembicaraan damai tetap tertunda.

“Sedikitnya sembilan pasukan keamanan tewas dan satu lainnya luka-luka ketika Taliban menyerang sebuah pos pemeriksaan di provinsi Takhar utara pada Sabtu,” kata juru bicara kepala polisi provinsi tersebut.

Serangan Taliban di provinsi timur laut Badakhshan juga menewaskan empat pasukan keamanan, kata juru bicara provinsi itu.

Tiga ledakan bom magnet di ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya empat orang, termasuk seorang warga sipil, kata juru bicara polisi kota itu.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kabul yang baru-baru ini melihat lonjakan ledakan bom lengket, yang secara teratur melekat pada kendaraan pasukan keamanan.

Pada hari Jumat, Tentara Nasional Afghanistan (ANA) mengatakan dalam sebuah pernyataan, setidaknya 114 pejuang Taliban tewas dalam serangan udara dan darat dalam 24 jam terakhir.

Penundaan dalam program pembebasan tahanan telah menunda dimulainya pembicaraan damai intra-Afghanistan yang sangat diharapkan.

Taliban berulang kali mengatakan tidak akan mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah sampai tahanan Taliban yang tersisa dibebaskan.

Kabul telah membebaskan 80 dari 400 tahanan Taliban yang tersisa setelah mendapatkan persetujuan dari majelis akbar tradisional pada 9 Agustus.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here