43 Orang Tewas dan 100 Lainnya Terluka akibat Ledakan Bom di Jolo Filipina, Pemerintah Moro Kecam Keras

Militer Filipina berjaga di lokasi ledakan bom, Jolo. Foto: Aljazeera

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Bangsa Moro mengecam pemboman yang terjadi di Jolo, Sulu, Filipina, pada Senin (24/8) siang, yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.

“BARMM [Pemerintah Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao] mengecam keras pemboman ini. Kami juga turut berduka cita bagi mereka yang kehilangan kerabat dalam insiden tersebut,” tegas juru bicara BARMM Naguib Sinarimbo, kutip the Philippine Star.

Ledakan itu menewaskan lebih dari 43 orang dan mengakibatkan sekitar 100 orang terluka.

“Saat ini pasukan kami tengah mengevakuasi dan memberikan perawatan bagi para korban sambil mengamankan daerah tersebut,” ujar juru bicara Pasukan Bersenjata Filipina (AFP) Mayor Jenderal Edgard Arevalo lewat akun twitter @TeamAFP. Sementara detail kejadian, lanjut Edgard, masih diinvestigasi.

Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Brigjen Pol Jenderal Bernard Banac menambahkan bahwa ledakan pertama terjadi di sekitar Paradise Food, Jolo pada pukul 11.53, kutip the Philippine Star. Sementara ledakan kedua terjadi pada pukul 1 siang waktu setempat.

“Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui kemungkinan tersangka di balik kejadian ini,” ujar Banac.

Kepala Komando Mindanao Barat (Westmincom) Mayor Jenderal Corleto Vinluan Jr mengonfirmasi bahwa empat tentara tewas pada ledakan pertama, sementara 18 lainnya terluka.

Juru bicara Divisi Infanteri ke-11 Letnan Kolonel Ronaldo Mateo mengatakan setidaknya 20 warga sipil terluka akibat ledakan itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here