Pesawat Sipil Ukraina Jatuh Setelah Dihantam Rudal Iran Dua Kali

Indonesiainside.id, Teheran – Analisis kotak hitam dari pesawat Ukraina yang ditembak jatuh membuktikan bahwa pesawat penumpang itu dihantam oleh dua rudal dengan selisih waktu 25 detik dan para penumpang masih selamat untuk beberapa waktu setelah dampak ledakan pertama, kata Iran pada Minggu.

Pengumuman oleh kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran menandai laporan resmi pertama mengenai isi suara kokpit dan rekaman data, yang pada Juli dikirim ke Prancis untuk dipecahkan sandinya.

Teheran mengaku bahwa pihaknya tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina pada Januari, di saat ketegangan dengan Amerika Serikat semakin meningkat. Seluruh 176 orang di dalam pesawat tewas.

“19 detik setelah rudal pertama menghantam pesawat, suara pilot di dalam kokpit, yang mengindikasikan bahwa para penumpang masih hidup … 25 detik kemudian rudal kedua menghantam pesawat,” kata Touraj Dehghani-Zanganeh, yang dikutip stasiun TV.

Iran sedang dalam pembicaraan dengan Ukraina, Kanada, dan sejumlah negara lain yang warganegaranya menjadi penumpang pesawat nahas tersebut dan yang meminta investigasi penuh dalam insiden tersebut.

“Analisis data dari kotak hitam seharusnya tidak dipolitisasi,” ucap Zanganeh.

Korps Pengawal Revolusi Iran menembak jatuh pesawat milik Ukraine International Airlines dengan rudal darat ke udara pada 8 Januari, tak lama setelah lepas landas dari Teheran.

Iran lantas mengakui peristiwa itu sebagai “kecelakaan fatal” oleh pasukan yang sedang dalam kondisi siaga tinggi selama konfrontasi dengan AS.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here