Bom Bunuh Diri di Jolo Dilakukan Warga Filipina

Bom bunuh diri meledak di Jolo Filipina. Foto: TFN

Indonesiainside.id, Jakarta – Komandan Angkatan Darat Filipina (PA) Letjen Cirilito Sobejana mengidentifikasi dua wanita pelaku bom bunuh diri yang melakukan pemboman kembar di Jolo, Sulu yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai lebih dari 70 lainnya.

Sobejana menyebut keduanya dengan nama alias yakni “Nanah”, penduduk Basilan, dan “Inda Nay”, penduduk Sulu yang kemudian pindah ke Tawi-Tawi.

Sobejana mengatakan “Nanah” adalah istri pelaku bom bunuh diri Norman Lasuca terhadap militer Filipina di Sulu pada 28 Juni 2019, yang menewaskan tujuh orang dan 12 lainnya luka-luka.

Sementara “Inda Nay” adalah janda militan Daesh Abu Talha, yang tewas setelah bentrok dengan militer pada November 2019.

Sobejana juga menyatakan duka atas delapan tentara yang tewas dalam ledakan tersebut.

“Tentara Filipina berduka atas kematian mereka. Kami menghormati pengorbanan mereka dalam melayani negara kami dan melindungi masyarakat Jolo, Sulu,” ujar Sobejana, kutip Philippines News Agency.

Pemerintah Bangsamoro pada Selasa mengutuk ledakan beruntun di Jolo, Sulu, yang menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk enam warga sipil dan tujuh tentara.

“Di saat dunia bergulat dengan tantangan pandemi global dan saat kita baru saja memasuki fase baru untuk kawasan ini, tindakan seperti ini tidak memerlukan apapun selain kecaman dan tindakan yang sesuai,” ujar pemerintah Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) mengatakan dalam pernyataannya.

BARMM bertekad memaksimal semua sumber dayanya untuk mencari tahu serta mengadili para pelaku di balik serangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat dan bergerak maju dengan tindakan yang diperlukan untuk insiden seperti ini,” tambah pemerintah Bangsamoro.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here