Uni Eropa dan NATO Resah, Khawatir Yunani dan Turki Terlibat Perang

Latihan perang di kawasan Mediterania. Foto: Kementerian Pertahanan Yunani

Indonesiainside.id, Jakarta – Para menteri pertahanan Uni Eropa bertemu di Berlin, Jerman untuk mencari cara menyelesaikan salah satu tantangan paling mendesak dan kompleks dari blok tersebut untuk membujuk negara anggotanya, Yunani dan tetangganya, Turki, menarik diri dari ambang konflik di Mediterania.

Pertemuan itu dilakukan di tengah ketegangan antara Turki dan Yunani yang telah mencapai tingkat baru, di mana kedua negara mengumumkan pelaksanaan latihan militer terpisah di Mediterania Timur, yang berpotensi menimbulkan bahaya.

Pada pertemuan informal di Berlin, Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg, membahas berbagai sanksi dan opsi kebijakan lain untuk meyakinkan Turki. Termasuk menahan diri dari kegiatan eksplorasi minyak dan gas di wilayah sengketa Mediterania Timur.

“Kami prihatin tentang situasi di Mediterania Timur,” ujarnya, seperti dilansir VOVnews, Kamis(27/8).

“Yang kita butuhkan adalah denuklirisasi dan dialog,” lanjutnya.

“Turki dan Yunani telah menjadi sekutu penting NATO selama bertahun-tahun dan kami perlu menemukan cara untuk menyelesaikan situasi di Mediterania timur berdasarkan solidaritas dan hukum internasional.” tekannya.

Jerman, negara yang bertindak sebagai mediator antara Turki dan Yunani telah mengkritik latihan angkatan laut di Mediterania Timur, memperingatkan bahwa langkah tersebut tidak akan membantu menenangkan ketegangan saat ini antara kedua negara.

“Yang perlu kita cari adalah titik awal untuk kembali ke dialog dan negosiasi politik. Latihan di kawasan Mediterania Timur sebenarnya tidak perlu.” kata Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here