Intelijen India Curiga LSM Turki Bermain di Kashmir

Presiden Erdogan dan PM Pakistan Imran Khan. Foto: anadolu

Indonesiainside.id, Mumbai – Badan intelijen India melakukan penyelidikan dan pemeriksaan atas sejumlah badan amal terkait Turki yang tiba-tiba aktif di wilayah Jammu dan Kashmir selama setahun terakhir setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato keras di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu.

Pidato Erdogan itu dinilai merujuk pada pernyataan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terkait situasi Kashmir, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Seorang perencana keamanan nasional mengatakan penyelidikan intelijen juga mencakup peran individu yang terhubung ke organisasi nirlaba yang memiliki hubungan dekat dengan Turki dan menyiapkan laporan komprehensif tentang aktivitas mereka, terbuka dan lainnya.

“Penyelidikan yang lebih intensif dapat dilakukan nanti terhadap kelompok dan individu yang diidentifikasi yang diyakini telah melewati garis merah,” kata sumber tersebut dilansir hindustantimes, dikutip Selasa(22/9/2020).

Penyelidikan tingkat kedua dapat mencakup pemeriksaan cermat terhadap dana asing yang diterima dan penggunaannya.

Langkah tersebut mengikuti banyaknya laporan dari komunitas intelijen India selama beberapa bulan terakhir yang menandai upaya untuk meradikalisasi Muslim India di Kashmir dan di tempat lain di negara itu.

Analis juga menunjukkan adanya upaya Ankara untuk memperluas pengaruhnya dengan latar belakang upaya Presiden Erdogan untuk menantang dominasi Arab Saudi di dunia Islam pada tingkat global dan menawarkan Turki konservatif yang dibentuk kembali dengan tradisi Ottoman sebagai model untuk diikuti oleh negara-negara Islam.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here