Generasi Milenial Thailand Terang-benderang Persoalkan Kekuasaan Raja

Panusaya Sithijirawattankul seorang mahasiswa berusia 21 tahun. Foto: ABC

Indonesiainside.id, Bangkok – Mempertanyakan kekuasaan Raja Thailand selama ini adalah hal yang tabu dan pelakunya bisa dikenai hukuman penjara hingga belasan tahun penjara. Tetapi sekarang semakin banyak generasi muda yang menyatakan dengan terbuka penentangan terhadap monarki.

Unjuk rasa yang digerakkan mahasiswa terus berkembang membesar sejak pertengahan Juli. Mereka menuntut agar Perdana Menteri Thailan mundur dan kekuasaan monarki direformasi.

Salah seorang diantaranya adalah Panusaya Sithijirawattankul seorang mahasiswa berusia 21 tahun sekarang menjadi simbol perjuangan anak-anak di sana.

Dengan belasan ribu orang menghadiri sebuah unjuk rasa baru-baru ini tidak jauh dari Grand Palace di Bangkok, Panusaya menyampaikan protes terhadap sistem politik dan kerajaan yang ada saat ini di Thailand.

Di depan layar besar yang memancarkan gambarnya Panusaya, akrab dipanggil Rung, berbicara dalam unjuk rasa terbesar anti-sistem kerajaan sejak tahun 2014 ketika Jenderal Prayuth Chan-Ocha mengambil alih kekuasaan lewat kudeta.

“Kita memiliki ideologi yang sama, niat yang sama, tujuan yang sama: mengakhiri rezim Prayuth, dan melakukan reformasi terhadap kerajaan, bukankah begitu?” katanya yang disambut meriah oleh peserta unjuk rasa katanya dilansir ABC News, Kamis(24/9).

Tanpa rasa takut terhadap aturan hukum yang melarang warga menghina raja, Rung dengan suara lantang mengatakan keinginannya agar keluarga kerajaan memiliki kuasa lebih sedikit di dunia politik.

“Saya memutuskan untuk berbicara karena kalau kita tidak berani mengatakannya, perubahan tidak akan terjadi,” kata Rung kepada ABC.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here