Presiden Michel Aoun Peringatkan Lebanon Akan ke Neraka jika Tak Ada Pemerintahan Baru

Presiden Lebanon Michel Aoun. Foto:istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Lebanon Michel Aoun, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh partai politik negaranya.

Dia menyatakan bahwa negara yang sedang dilanda krisis dapat masuk ke neraka jika pemerintah baru tidak dibentuk. Hal itu membutuhkan keajaiban untuk mewujudkan terjadi pada saat ini, lansir AP, Senin (21/9).

Peringatan keras itu muncul kala negara itu berjuang untuk mengatasi krisis ekonomi dan keuangan yang terus meningkat dan mengancam akan lebih jauh tenggelam dalam beberapa minggu mendatang. Selain ancaman kerusuhan dan juga lonjakan kasus virus corona dan kematian.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Michel Aoun mengkritik sekutu politiknya, kelompok Syiah Hizbullah dan Yayasan Amal.

Ditanya oleh seorang reporter ke mana arah Lebanon jika tidak ada pemerintahan yang segera dibentuk, Aoun menjawab: “Ke neraka, tentu saja.””Mengapa lagi saya harus berdiri di sini berbicara jika bukan itu masalahnya? ” sambungnya.

Dia juga mengkritik Perdana Menteri yang ditunjuk Mustapha Adib karena berusaha membentuk pemerintahan dan memaksakan nama untuk posisi Kabinet tanpa berkonsultasi dengan blok parlemen.

Kebuntuan politik telah merusak prakarsa Prancis yang ditawarkan Presiden Emmanuel Macron. Macron menghendaki adanya pemerintahan independen untuk melakukan reformasi untuk mengeluarkan negara itu dari jurang krisis.

Batas waktu pembentukan pemerintahan menurut rencana Prancis telah lewat sepekan lalu.

Jabatan teratas Lebanon, termasuk pekerjaan presiden, perdana menteri dan ketua parlemen, didistribusikan menurut sekte, sejalan dengan perjanjian pembagian kekuasaan sektarian negara itu.

Meskipun perjanjian itu menetapkan pemerataan kursi parlemen dan kabinet antara Muslim dan Kristen, perjanjian itu tidak mendistribusikan kursi menurut sekte.

Menurut Aoun, melihat kondisi Lebanon saat ini seharusnya pihak-pihak tidak membuang waktu semenit pun untuk segera melakukan tindakan menyelamatkan negara. (EP/AP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here