Jepang Butuh Banyak Tenaga Medis Antisipasi Lonjakan Lansia

Tenaga medis di Jepang. Foto: yahoo

Indonesiainside.id, Tokyo – Kementerian Tenaga Kerja Jepang mengkhawatirkan akan menghadapi kekurangan tenaga kerja serius di sektor medis dan perawat lansia pada 2040 saat populasi lansia mencapai puncaknya.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan mengungkapkan kepada NHK, Senin(28/9) kekhawatiran ini dalam laporan tahunan terkait populasi yang menua dan jumlahnya menurun.

Disebutkan bahwa sektor medis dan perawatan lansia pada 2040 akan membutuhkan 10,7 juta tenaga kerja, atau sekitar seperlima tenaga kerja.

Draf laporan menyatakan, di antara warga berusia 65 tahun pada 2040, sekitar 40 persennya adalah pria yang diperkirakan akan hidup hingga 90 tahun, dan sekitar 20 persen wanita akan hidup hingga 100 tahun. Disebutkan bahwa hidup di usia 100 tahun akan bisa dicapai.

Laporan ini menekankan pentingnya untuk memperkuat sistem jaminan sosial yang berkelanjutan guna mengatasi masalah ini.

Selain itu, dengan mendorong dan membantu para lansia untuk bekerja dan memainkan peran dalam kemasyarakatan, diharapkan bisa membantu mengurangi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di sektor ini.

Laporan ini juga menekankan pentingnya untuk menerapkan kebijakan guna membantu memperpanjang usia harapan hidup sebanyak 3 tahun atau lebih bagi wanita maupun pria.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here