Irak Dikhawatirkan Jadi Ladang Pertempuran Jika AS Tarik Diplomatnya

Demonstran di Teheran, Jumat (3/1/2020), memprotes pembunuhan pemimpin pasukan elit Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani karena serangan udara Amerika Serikat di Baghdad. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Baghdad – Ancaman Amerika Serikat untuk menarik diplomatnya dari Irak dinilai akan mengubah negeri itu menjadi zona pertempuran baru. Aksi pertempuran dinilai bakal pecah jika AS benar-benar hengkang dari negara kaya minyak itu.

AS dikabarkan telah membuat persiapan untuk menarik diplomatnya dari Irak setelah memperingatkan Baghdad bahwa mereka dapat menutup kedutaannya, kata sumber dua pejabat Irak.

Langkah AS untuk mengurangi kehadiran diplomatiknya di negara yang mereka menempatkan hingga 5.000 personel militer dinilai sebagai akibat meningkatnya eskalasi konfrontasi dengan Iran, yang oleh Washington dituding sebagai penyebab serangan rudal dan bom ke personel AS di sana.

Iran dan Irak sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan hubungan dalam pertemuan tingkat tinggi kedua negara. Itu beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS, di mana Donald Trump telah menyatakan sikap keras dalam kampanyenya terhadap Teheran dan proksi-proksinya.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo melalui saluran telepon sebelumnya telah menebar ancaman akan menutup kedutaannya kepada Presiden Barham Salih. Percakapan tersebut awalnya dilaporkan oleh situs berita Irak.

Warga Irak khawatir penarikan diplomat AS akan diikuti dengan aksi militer untuk menggempur milisi yang dinilai bertanggungjawab atas penyerangan kepada personel AS di sana.

Ulama ternama Irak Muqtada al-Sadr, yang memimpin jutaan warga Irak, mengeluarkan pernyataan pekan lalu yang memohon agar kelompok-kelompok itu menghindari eskalasi yang akan mengubah Irak menjadi medan pertempuran.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here