Sengketa Kawasan Mediterania Dibahas Dalam Pertemuan NATO

Latihan perang di kawasan Mediterania. Foto: Kementerian Pertahanan Yunani

Indonesiainside.id, Istanbul – Delegasi militer Turki dan Yunani kembali mengadakan pembicaraan teknis putaran keenam pada Selasa sore di markas NATO di Brussels untuk membahas Mediterania Timur, ungkap Kementerian Pertahanan Turki.

Pembicaraan yang bertujuan untuk mengurangi risiko insiden di tengah meningkatnya ketegangan di Mediterania Timur, digelar setelah pertemuan antara Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

Pertemuan teknis awal diadakan pada 10 September. Ketegangan baru-baru ini meningkat selama eksplorasi energi di Mediterania Timur.

Yunani terus mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur, mencoba mengkotakkan wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantainya.

Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania, telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya dan menegaskan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara juga memiliki hak di wilayah tersebut.

Untuk mengurangi ketegangan, Turki menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.

Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan bahwa dialog tentang eksplorasi antara Turki dan Yunani Putaran ke-61 akan segera dimulai.

Perundingan eksplorasi itu terakhir diadakan di Athena pada 1 Maret 2016.

Setelah itu, perundingan bilateral dilanjutkan dalam bentuk konsultasi politik tetapi tidak kembali ke kerangka eksplorasi.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here