Armenia Diduga Berani Provokasi Azerbaijan karena Didukung Barat dan Rusia

pertempuran sengit antara Azerbaijan-Armenia

Indonesiainside.id, Ankara – Pemerintah Turki menduga Armenia mendapatkan dukungan dari Barat dan Rusia, dalam konflik dengan Azerbaijan. Hal ini karena Armenia tidak akan memiliki keberanian seperti saat ini jika tak memperoleh dukungan seperti itu.

“Sengketa wilayah Nagorno-Karabakh telah berlangsung selama 30 tahun. Upaya diplomasi tak membuahkan hasil apa pun untuk menuntaskan persoalan tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dilansir Anadolu.

Namun Cavusoglu meragukan Armenia memiliki keberanian melancarkan agresi hanya karena kebuntuan upaya diplomasi.

“Dari mana Armenia menemukan keberaniannya? Jika Armenia tidak menikmati dukungan hari ini dari negara lain, dari Barat, Rusia, ia tidak akan dapat mengumpulkan keberanian ini,” katanya.

Dia menegaskan, Turki akan terus memberikan dukungan kepada Azerbaijan. “Kami mengatakan, jika Azerbaijan ingin menyelesaikan (masalah pendudukan Armenia) di lapangan, kami akan mendukung Azerbaijan,” ujarnya.

Cavusoglu mengecam komunitas internasional karena ambigu dan hanya mendesak gencatan senjata, tetapi gagal meminta Armenia untuk meninggalkan wilayah pendudukan Azerbaijan. “Ini bukan pendekatan yang tepat,” ucapnya.

Sejak Ahad(27/9), pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh yang dipersengketakan. Puluhan orang dilaporkan telah tewas akibat konfrontasi kedua negara.

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan dimulai pada Februari 1988, tepatnya ketika Daerah Otonomi Nagorno-Karabakh mengumumkan pemisahannya dari SSR (Republik Sosialis Soviet) Azerbaijan.

Selama konflik 1992-1994, Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh dan tujuh wilayah yang berdekatan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here