Iran Desak Armenia dan Azerbaijan Hentikan Pertempuran

Pertempuran Armenia Azerbaijan di wilayah Nagorno Karabakh. Foto: Aljazeera

Indonesiainside.id, Teheran – Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Armenia dan Azerbaijan untuk menahan diri dan menolak campur tangan asing atas sengketa Karabakh. Iran memperingatkan bahwa wilayah tersebut tidak dapat mentolerir perang baru.

Selama percakapan telepon dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada hari Rabu, Rouhani menyuarakan keprihatinan tentang pertempuran yang sedang berlangsung atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan dan menggarisbawahi perlunya perdamaian, stabilitas dan keamanan regional.

“Wilayah kami tidak dapat menanggung ketidakstabilan lebih lanjut dan perang baru,” katanya, dilansir PressTV, Kamis(1/10).

Rouhani mengatakan perlu solusi untuk sengketa lama antara Armenia dan Azerbaijan atas Karabakh harus dalam kerangka hukum internasional dan integritas teritorial.

“Penghentian bentrokan penting bagi kami, dan kami berharap Armenia dan Azerbaijan memilih jalan ini sambil bertindak bijaksana dan menahan diri,” katanya.

Ia menekankan bahwa perang bukanlah solusi untuk konflik dan masalah, Rouhani juga memperingatkan terhadap campur tangan asing, yang katanya bisa “hanya memperpanjang bentrokan dan ketegangan dan semakin memperumit kesengsaraan.”

Dia memuji hubungan jangka panjang Iran dengan dua republik Kaukasia yang didirikan di atas sejarah dan budaya yang sama, dan menyuarakan kesiapan Teheran untuk menengahi kedua belah pihak dalam kapasitas apa pun yang dianggap konstruktif oleh Armenia dan Azerbaijan untuk membantu menyelesaikan perselisihan.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here