Tokoh Partai Nasionalis Hindu BJP Bebas dari Tuduhan Penghancurkan Masjid Babri

Lal Krishna Advani (kanan) | bekas Presiden BJP Murli Manohar Joshi (kiri)

Indonesiainside.id, New Delhi–Beberapa pemimpin senior partai nasionalis Hindu yang berkuasa di India telah dibebaskan dari persekongkolan untuk menghancurkan masjid Babri beberapa dekade lalu. Insiden yang berakibat pada penghancuran masjid bersejarah ini memicu kerusuhan yang telah merenggut lebih 2.000 nyawa.

Puluhan ribu pendukung partai  Partai Bharatiya Janata (BJP) dan beberapa kelompok fanagtik Hindu bersenjatakan kapak dan tombak menghancurkan masjid Babri, peninggalan bersejarah abad ke-16 di Ayodhya, pada tahun 1992.  Kerusuhan tersebut dilaporkan dipimpin oleh para pemimpin senior BJP, termasuk mantan wakil perdana menteri India Lal Krishna Advani dan mantan presiden partai Murli Manohar Joshi.

Isu pembongkaran juga didukung oleh partai Hindu nasionalis, BJP,  menyebabkan kelompok itu menang pemilihan umum.Mereka kemudian dituduh melakukan konspirasi untuk menghancurkan masjid, dengan lebih dari 30 pemimpin BJP menghadapi tuduhan konspirasi kriminal, kekerasan, dan kerusuhan.

Namun, sidang pengadilan khusus di Lucknow, India utara hari Rabu memutuskan bahwa jaksa penuntut gagal membuktikan semua terdakwa bersalah.  “Strukturnya hancur karena unsur anti sosial dan semua pimpinan berusaha menghentikan aksi perusakan masjid. Audio yang didengar juga tidak jelas. Semua terdakwa dibebaskan begitu saja,” kata persidangan dikutip AFP.

Pengadilan menuduh adanya kemungkinan sekelompok penjahat yang berbaur bersama warga sebagai dalang kerusuhan. Hakim berpendapat Advani, Murli Manohar Joshi, dan politisi nasionalis Hindu lainnya serta eks menteri, justru berusaha menahan warga agar tidak membongkar paksa Masjid Babri.

Perdana Menteri India Narendra Modi bulan lalu bahkan meletakkan batu pertama untuk pembangunan kuil Hindu di lokasi bekas runtuhnya Masjid Babri. Peletakan batu itu dilakukan setelah Mahkamah Agung membuka jalan untuk pembangunan kuil dan memerintahkan agar tanah bersejarah itu tidak diperuntukkan untuk pembangunan masjid.

Pengacara penggugat dari kelompok All India Muslim Personal Law Board, Zafaryab Jilani, mengatakan hakim menafikkan seluruh bukti pada persidangan, Rabu. Jilani mengatakan pihaknya akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. “Kami akan banding,” kata Jilani menegaskan. (NE)

 

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here