Hampir 20.000 Karyawan Amazon Terpapar Covid-19, 10 Orang Meninggal

Pembuatan Vaksin Covid-19
Pembuatan Vaksin Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta- Amazon mengumumkan hampir 20.000 karyawannya terpapar virus corona sejak Maret 2020. Hingga saat ini, sebanyak 19.816 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

“Itu adalah hasil tes dan pengamatan kami dari 1.372.000 karyawan Amazon dan Whole Foods Market di seluruh Amerika Serikat selama 1 Maret hingga 19 September 2020,” kata Amazon, lewat blognya pada Kamis (1/10).

Menurut NBC News, setidaknya 10 karyawan Amazon meninggal karena Covid-19. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa sekitar 500.000 karyawan Amazon di 110 fasilitas di seluruh AS telah mengumpulkan data sendiri melalui pesan teks.

Amazon sejak lama dikritik karena kurangnya transparansi dalam kesehatan karyawan. Apalagi, sebelum pandemi, Amazon kerap dikritik karena seringnya kecelakaan di gudang, jam lembur yang lama, dan kondisi kerja yang buruk.

Bulan lalu, ketika peringatan tornado di Wisconsin dirilis pada Agustus, ratusan karyawan Amazon dievakuasi ke dalam ruangan tanpa jendela selama 30 menit.

Pada Maret, karyawan di gudang Amazon di Inggris diminta bekerja lembur untuk memenuhi permintaan yang tinggi, meskipun otoritas Inggris menyerukan pembatasan sosial.

Karena konsumen beralih ke belanja daring selama pandemi Covid-19, Amazon mengumumkan akan mempekerjakan 100 ribu karyawan baru di AS dan dan Kanada untuk memperluas operasinya pada 14 September.

Sejak awal tahun 2020, perusahaan ini telah membuka lebih dari 75 pusat penyortiran, hub regional, dan stasiun pengiriman di seluruh AS dan Kanada.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here