Ditinggal Sendirian Pun, Turki Tetap Dukung Perjuangan Palestina

Aksi dukung Palestina. Dok. Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menekankan bahwa sikap negaranya tentang masalah Palestina sudah sangat jelas, bila tinggal sendirian pun Turki akan tetap mendukung perjuangan Palestina.

“Ini adalah perjuangan umat,” ungkap Cavusoglu saat menjawab pernyataan editorial Anadolu Agency terkait isu terkini di mana Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menormalkan hubungan mereka dengan Israel meski rakyat Palestina mengecam kebijakan itu.

Menyoroti parameter untuk solusi masalah ini adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Prakarsa Perdamaian Arab, Menteri Turki itu mengatakan bahwa setiap negara memiliki hak untuk memulihkan hubungan satu sama lain.

Hal yang ditekankan di sini, kata Cavusoglu, jika Anda merugikan Palestina untuk meningkatkan hubungan Anda dengan sebuah negara, dan mengkhianati perjuangan Palestina dan umat serta mendukung penjajahan, maka Turki akan menentangnya.

Cavusoglu menegaskan bahwa Turki akan menentang segala langkah yang bertentangan dengan kepentingan Palestina. “Selanjutnya kami akan mendukung kepentingan Palestina di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan platform lain,” ujar Menlu Turki.

Mengungkapkan hubungan Turki dengan Israel bergantung pada langkah-langkah Israel selanjutnya, Cavusoglu menggarisbawahi bahwa Turki bukanlah negara yang memusuhi pemeluk agama Yahudi.

“Kami menentang langkah-langkah Israel dan pendudukan ilegalnya terhadap Palestina dan tempat suci kami. Turki menentang langkah-langkah yang mengikis status Yerusalem,” ujar dia, menambahkan bahwa Turki sedang membela hak, keadilan, dan kebenaran.

UEA dan Bahrain baru-baru ini menandatangani perjanjian kontroversial untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, di tengah kecaman keras dari Palestina, yang menyebut pakta itu pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here