Penyakit Kencing Tikus Serang Sri Lanka, 70 Orang Tewas

Hama tikus menyerang jalanan di Jepang. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Kolombo— Sedikitnya 70 orang meninggal dan lebih dari 6.000 lainnya terinfeksi penyakit kencing tikus atau leptospirosis di Sri Lanka sepanjang tahun ini. Kabar ini disampaikan Unit Epidemiologi Kementerian Kesehatan Sri Lanka kepada media setempat pada Jumat (2/10).

Menurut statistik resmi, 6.096 pasien telah terinfeksi leptospirosis hingga September lalu, dan jumlah pasien tertinggi dilaporkan di Kota Ratnapura, Sri Lanka tengah-selatan. Unit Epidemiologi itu menyebut bahwa peningkatan jumlah pasien terjadi pada Januari, Februari, dan Mei.

Di Ratnapura, pasien dilaporkan mencapai lebih dari 1.300 orang, sementara di Kalutara, pinggiran Kolombo, tercatat ada lebih dari 200 pasien. Kota Galle di wilayah selatan juga melaporkan lebih dari 200 pasien.

Pada 2019, total 6.021 pasien leptospirosis dilaporkan di seluruh Sri Lanka dan yang paling rentan terinfeksi adalah petani, pekerja saluran air, petugas kebersihan saluran perairan, dan orang-orang yang berenang atau bermain di air yang terkontaminasi.

Menurut petugas medis, gejala leptospirosis antara lain demam, menggigil, mata merah, nyeri otot, sakit kepala, dan penurunan frekuensi buang air kecil. Mereka yang menderita gejala-gejala tersebut harus segera mencari perawatan medis, imbuh Unit Epidemiologi.  (NE/XH)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here