70 Hari Mogok Makan Memprotes Penahanan Semena-mena di Israel, Kesehatan Warga Palestina Kritis

7 ribu lebih warga Palestina termasuk wanita anak-anak dan wartawan ditahan secara semena-mena oleh Israel. Foto: PTV

Indonesiainside.id, Jakarta – Seorang warga Palestina Maher al-Akhras yang ditahan Israel dalam kondisi kritis setelah memasuki hari ke-70 melakukan aksi mogok makan terbuka atas penahananya di penjara Israel. Maher minta dibebaskan karena ditahan tanpa alasan yang jelas oleh zionis Israel.

Kini istri Maher telah melancarkan seruan internasional untuk menyelamatkan hidupnya. “Kondisinya sangat berbahaya, dia kehilangan kesadaran dari waktu ke waktu dan tidak bisa bergerak,” katanya.

Dia menambahkan bahwa suaminya sering kejang, dan terkadang dia tidak tahu siapa yang berdiri di hadapannya. “Satu-satunya syarat untuk mengakhiri mogok makan adalah kebebasan dan dia terus mengatakan dari tempat tidurnya di Rumah Sakit Kaplan ‘bebas atau mati syahid’,” tegasnya.

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengatakan pada hari Ahad bahwa kondisi kesehatannya sekarang berada pada tahap yang mengancam jiwa, lansir PressTV, Senin(5/10). Komisi tersebut mengatakan Akhras hanya akan mengakhiri pemogokannya jika dia segera dibebaskan.

Terbaru, ratusan warga Palestina kini berada di bawah penahanan administratif zionis Israel, di mana Israel menahan para tahanan hingga enam bulan, dan dapat diperpanjang berkali-kali semau mereka.

Wanita dan anak di bawah umur juga termasuk di antara para tahanan ini.

Selain warga sipil, juga para jurnalis Palestina ditahan secara semena-mena oleh Israel. Kini, delapan belas lembaga pers mendesak UNCHR untuk menekan rezim Israel agar membebaskan jurnalis Palestina di tengah pandemi virus corona.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here