Azerbaijan Rayakan Pembebasan Kota Jabrayil dari Pendudukan Armenia

armenia, azerbaijan, Karabakh, Nagorno-Karabakh

Indonesiainside.id, Baku (Azerbaijan) – Presiden Ilham Aliyev mengucapkan selamat kepada rakyat Azerbaijan atas pembebasan Kota Jabrayil dari pendudukan Armenia, pada Minggu (4/10)

Azerbaijan telah menetapkan beberapa syarat untuk mengakhiri operasi militer, termasuk penarikan pasukan Armenia dari wilayah pendudukan. Dalam pidatonya, Aliyev mengatakan akhir operasi Azerbaijan untuk membebaskan wilayah mereka hanya akan terjadi ketika pasukan Armenia mundur dari wilayah Azerbaijan dan integritas wilayah negara diakui.

Dia juga meminta Presiden Armenia Armen Sarkissian untuk meminta maaf kepada rakyat Azerbaijan dan menyatakan bahwa Karabakh bukanlah tanah Armenia. Menurut presiden, Sarkissian juga harus mengumumkan tanggal penarikan pasukan Armenia dari wilayah pendudukan.

Dia bersumpah akan membangun kembali semua kota yang dibebaskan, termasuk memulihkan semua masjid yang dirusak oleh pasukan Armenia. “Dalam situasi seperti saat ini, tanggung jawab sepenuhnya ada pada pemerintahan Yerevan. Pada saat yang sama, beberapa negara yang mengabaikan konflik Upper Karabakh dan selalu mendukung Armenia juga bertanggung jawab,” tegas Aliyev.

Konflik Upper Karabakh

Hubungan antara dua negara bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional. Sejumlah resolusi PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan Armenia dari wilayah tersebut.

OSCE Minsk Group – diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat – dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik itu, tetapi upayanya tak kunjung berhasil. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 1994.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here