Bashar al-Assad Pastikan Milisi Suriah Bertempur Untuk Azerbaijan

Tangkapan layar sebuah sasaran militer dihancurkan drone Azerbaijan.

Indonesiainside.id, Damaskus – Presiden Suriah Bashar al-Assad membenarkan adanya keterlibatan milisi Suriah di Nagorno-Karabakh.

Selama ini kabar itu ditolak oleh Turki dan Azerbaijan atas klaim menggunakan gerilyawan bayaran dari Suriah untuk berperang dengan Armenia.

“Damaskus bisa mengonfirmasikan hal ini,” kata dia dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novotsi, Selasa (6/10).

Pernyataan tersebut dinilai akan menekan Ankara yang selama ini dituding ikut mengompori konflik antara kedua negeri jiran itu.

Sebaliknya, Ankara selama ini balik menuduh Armenia telah menggunakan militan Kurdi untuk melawan Azerbaijan yang difasilitasi oleh Prancis.

Harian Inggris, Guardian, beberapa waktu lalu melaporkan gerilyawan oposisi di provinsi Idlib, Suriah, menyebut jika mereka ditawari bekerja melindungi fasilitas minyak dan gas di Azerbaijan selama tiga hingga enam bulan. Mereka mendapatkan upah £1.000 atau setara Rp19 juta per bulan.

Turki yang merupakan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), juga didesak sekutunya supaya menahan diri.

Sebaliknya muncul kemudian kabar jika Iran turut menjual senjata kepada Armenia. Namun, belakangan tuduhan itu dibantah Teheran.

Iran merupakan salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Armenia dan Azerbaijan. Iran juga menyerukan agar pertempuran yang pecah sejak 27 September tersebut dihentikan dengan perdamaian.

Wilayah Nagorno-Karabakh yang merupakan teritori Azerbaijan, berada di bawah pendudukan milisi etnis Armenia yang didukung pemerintah Armenia sejak berakhirnya perang separatisme pada 1994.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here