Didukung 38 Negara Dunia, Jerman Kecam Keras Perlakuan China atas Muslim Uighur

Muslim Uighur di kamp-kamp konsentrasi China

Indonesiainside.id, Jakarta – Jerman mengecam perlakuan China atas minoritas Muslim Uighur dalam pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa(6/10) yang didukung oleh 38 negara lain. Jerman juga mengkritik catatan hak asasi manusia China dan meminta dunia untuk menerima Muslim Uigur yang dianiaya sebagai pengungsi.

Diwakili oleh duta besar Berlin untuk PBB, Christoph Heusgen, Jerman juga menyatakan “keprihatinan mendalam” atas undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing di Hong Kong, yang memungkinkan orang untuk dikirim ke China daratan untuk diadili.

Satu juta orang Uighur berada di tahanan China di wilayah paling barat Xinjiang, menurut temuan PBB. Presiden Xi Jinping, bagaimanapun, telah membela praktek “anti-teror” dari “pelatihan kejuruan” untuk menekan Muslim Uighur.

“Kami sangat prihatin tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong,” kata Heusgen dalam sidang umum PBB dilansir scmp, Rabu(7/10).

Muslim Uighur di Xinjiang memprotes penahanan warga muslim di sana oleh otoritas China. Foto: istimewa

“Mengingat keprihatinan kami tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang, kami meminta semua negara untuk menghormati prinsip non-refoulement,” tambahnya.

Prinsip non-refoulement merupakan perlindungan penting di bawah hak asasi manusia internasional, pengungsi dan hukum humaniter, menurut PBB.

Undang-undang ini melarang negara memindahkan atau mengeluarkan individu dari yurisdiksinya jika terdapat alasan kuat untuk meyakini bahwa orang tersebut akan berisiko mengalami kerugian yang tidak dapat diperbaiki setelah kembali, termasuk penganiayaan, penyiksaan, atau pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here