Iran Menolak Tuduhan Bantu Senjata ke Armenia

Pertempuran berlanjut di Nagorno-Karabakh. foto: rfe

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Iran pada Selasa menolak tudingan yang mengatakan pihaknya mengirim bantuan senjata ke Armenia.

Menjawab pertanyaan wartawan di ibu kota Teheran, juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan kebijakan itu bukan politik dan strategi Iran.

“Saya melihat kejahatan dalam ini. Beberapa dari mereka menargetkan solidaritas budaya Iran dengan masyarakat di kawasan itu dengan kejahatan mereka. Bantuan senjata atau masalah lain sama sekali bukan politik dan strategi Iran,” sebut Rabiei.

Rabiei mengatakan bahwa pihaknya selalu mengungkapkan keutuhan wilayah Azerbaijan harus dihormati.

“Kami telah berkali-kali menyampaikan bahwa integritas wilayah Azerbaijan harus dihormati dan tanahnya yang diduduki harus dibebaskan,” tambah dia.

Bentrokan di perbatasan Azerbaijan meletus pada 27 September, ketika pasukan Armenia menyerang pemukiman sipil dan militer Azerbaijan, yang menyebabkan korban jiwa.

Parlemen Azerbaijan menyatakan keadaan perang di beberapa kota dan wilayahnya menyusul pelanggaran perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Karabakh Atas yang diduduki, juga dikenal sebagai wilayah Nagorno-Karabakh.

Pada 28 September, Azerbaijan mengumumkan mobilisasi militer parsial di tengah bentrokan.

Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB dan banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan.

Prancis, Rusia, dan NATO mendesak penghentian segera bentrokan di wilayah pendudukan itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here