Dinilai Gagal Berdemokrasi dan Perangi Korupsi, Niat Turki jadi Anggota Uni Eropa Bakal Gagal

Bendera Turki dan Uni Eropa. foto: Voa

Indonesiainside.id, Jakarta – Permohonan Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa tampaknya akan gagal setelah eksekutif blok itu, Selasa (6/10), mengatakan tidak senang dengan apa yang disebutnya, kegagalan Ankara untuk mempertahankan demokrasi dan memerangi korupsi.

Dalam laporan tahunan tentang negara itu, Komisi Eropa mengutip kekuasaan politik terlalu banyak diletakan di tangan Presiden Recep Tayyip Erdogan hingga mengakibatkan ekonomi yang buruk dan mengikis kebebasan peradilan. Laporan itu juga mengatakan, pihak berwenang Turki terus menekan masyarakat sipil, kelompok-kelompok bantuan sosial dan media.

“Turki tetap menjadi mitra penting bagi Uni Eropa. Namun Turki terus bergerak menjauh dari Uni Eropa dengan kemunduran serius di bidang demokrasi, supremasi hukum, hak-hak mendasar dan kebebasan peradilan,” kata komisi itu dilansir VOA News, Kamis(8/10).

Namun, menurut Associated Press, Turki yang memulai pembicaraan mengenai keanggotaan UE pada 2005, menolak kritik komisi yang menggambarkan mereka sebagai berprasangka.

Upaya Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa bukanlah hal yang mudah, meskipun posisinya sebagai mitra sosial-ekonomi penting bagi UE, karena Turki membantu mencegah migran memasuki blok tersebut melalui perbatasannya dengan Yunani dan Bulgaria.

Dengan alasan itu, UE membayar Turki sekitar 7 miliar dolar AS guna mendorong Ankara untuk menghentikan pengungsi Suriah di negara itu menuju ke Eropa.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here