Pembicaraan Diplomatik Gagal Redam Ketegangan di Nagorno-Karabakh

Indonesiainside.id, Yerevan – Azerbaijan dan etnis Armenia kembali bertempur dalam bentrokan baru pada Kamis (8/10), meskipun pembicaraan diplomatik terkait kedua negara bertikai itu sedang berlangsung.

Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Rusia, menggelar pertemuan diplomatik, membahas bagaimana mengamankan gencatan senjata dan mencegah perang yang lebih luas di Kaukasus Selatan.

Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov akan bertemu dengan utusan AS, Rusia, dan Prancis, di Jenewa pada Kamis (8/10), dan menteri luar negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan, diharapkan bertemu dengan pejabat dari tiga negara tersebut di Moskow pada Senin (12/10) mendatang.

Pembicaraan diplomatik itu menandai dimulainya upaya bersama oleh tiga negara untuk menghentikan pertempuran yang berkobar pada 27 September, meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan jaringan pipa di Azerbaijan yang membawa gas alam dan minyak ke Eropa.

Washington, Paris, dan Moskow, adalah ketua bersama Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Grup Minsk Eropa (OSCE) yang memimpin mediasi dalam beberapa dekade konflik atas daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh.

Di bawah hukum internasional, Nagorno-Karabakh milik Azerbaijan tetapi dihuni dan diperintah oleh etnis Armenia, yang memisahkan diri dalam perang 1991-94 yang menewaskan sekitar 30.000 orang.

“Posisi Amerika Serikat jelas dan tidak berubah: kedua belah pihak harus segera menghentikan permusuhan dan bekerja dengan Ketua Bersama Grup Minsk untuk kembali ke negosiasi substantif secepat mungkin,” kata juru bicara AS di Jenewa.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here