Perwakilan RI di Filipina Dalami Laporan WNI yang Ditangkap Kasus Bom Bunuh Diri

Dokumentasi - Seorang anggota militer Filipina memeriksa kerusakan di dalam gereja pasca serangan bom di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, Minggu (27/1/2019). ANTARA/REUTERS/HO-Armed Forces of the Philippines/aa

Indonesiainside.id, Jakarta – Perwakilan RI di Filipina sedang mendalami laporan media yang menyebut seorang perempuan Indonesia ditangkap militer setempat karena dicurigai merencanakan serangan bom bunuh diri.

“KBRI di Manila dan KJRI di Davao masih dalam proses mengonfirmasi kebenaran berita ini dengan otoritas setempat (Filipina),” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah melalui pesan singkat, Sabtu (10/10).

Penangkapan pada Sabtu pagi dilakukan kurang dari dua bulan setelah pengeboman di Pulau Jolo, di Provinsi Sulu, yang ditinggali mayoritas Muslim. Serangan itu menewaskan 15 orang dan melukai 74 orang lainnya, menurut laporan AFP. Pasukan keamanan Filipina menuding kelompok militan Abu Sayyaf sebagai pelaku serangan pada 24 Agustus.

Perempuan Indonesia itu diidentifikasi sebagai Rezky Fantasya Rullie dan merupakan janda sosok garis keras yang tewas di Sulu pada Agustus, kata Satuan Tugas Gabungan untuk wilayah yang bergolak itu dalam pernyataan.

Dia juga diyakini sebagai putri dari dua pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang dalam serangan di gereja Katolik di Jolo awal tahun lalu. Serangan itu lagi-lagi dikaitkan dengan kelompok yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf.

“Kami telah mengejar pelaku bom bunuh diri teroris asing di Sulu setelah pemboman kembar kota Jolo (pada Agustus),” kata Brigjen William Gonzales.

“Rullie adalah yang pertama dalam daftar kami sejak kami menerima laporan intelijen bahwa dia akan melakukan bom bunuh diri,” ia menambahkan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here