Program Pangan Dunia PBB Dapat Anugerah Nobel Perdamaian

aksi ruu hip
Serikat buruh petani berdemosntrasi di depan DPR RI menolak RUU Cipta Kerja, Kamis (16/7). Foto: Suandri Ansah/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian 2020 di Institut Nobel di Oslo pada Jumat (9/10).

“Kebutuhan akan solidaritas internasional dan kerja sama multilateral terlihat lebih jelas dibandingkan sebelumnya,” ungkap Ketua Komite Nobel Norwegia Berit Reiss-Andersen, Sabtu(10/10).

“Komite Nobel Norwegia memutuskan untuk memberikan Penghargaan Nobel Perdamaian 2020 kepada Program Pangan Dunia atas upayanya memerangi kelaparan, kontribusinya memperbaiki kondisi demi menciptakan perdamaian di wilayah-wilayah yang dilanda konflik, dan tindakannya dalam mencegah tragedi kelaparan dijadikan sebagai senjata perang dan konflik.”

WFP, organisasi kemanusiaan terbesar di dunia yang menangani bencana kelaparan dan mempromosikan ketahanan pangan, merupakan salah satu dari 318 nominasi yang dipertimbangkan oleh Komite Nobel Norwegia.

Sebanyak 211 individu dan 107 organisasi disaring menjadi daftar pendek kandidat yang memenuhi syarat, dan akhirnya menentukan peraih Nobel Perdamaian 2020.

Memorandum penjelasan dari komite itu menggambarkan bahwa krisis global COVID-19 saat ini menjadi pemicu jatuhnya korban kelaparan lebih lanjut, dan memuji WFP karena mengintensifkan upayanya bahwa “makanan merupakan vaksin terbaik melawan kekacauan.”

Pada 2019, WFP memberikan bantuan kepada hampir 100 juta orang di 88 negara yang menjadi korban kerawanan pangan dan kelaparan parah.

“Sebagai badan khusus terbesar PBB, Program Pangan Dunia merupakan versi modern dari kongres perdamaian yang ingin dipromosikan oleh Penghargaan Nobel Perdamaian. Upaya Program Pangan Dunia untuk kepentingan umat manusia merupakan sebuah usaha yang harus disokong dan didukung oleh negara-negara di seluruh dunia,” imbuh pejabat Komite Nobel tersebut.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here