Palestina Desak Penyelamatan Nyawa Tahanan yang Mogok Makan

Tahanan Palestina dan penjajah. Dok. Indonesiainside.id.

Indonesiainside.id, Gaza – Warga Palestina meminta kelompok hak asasi manusia internasional untuk segera menekan pemerintah Israel untuk menyelamatkan nyawa Maher al-Akhras, seorang tahanan Palestina yang telah melakukan mogok makan selama 76 hari berturut-turut.

Seruan itu datang dalam aksi duduk yang diorganisir oleh Gerakan Jihad Islam di kota-kota Gaza dan Rafah dalam solidaritas dengan al-Akhras. Al-Akhras telah melakukan mogok makan tanpa batas untuk menolak kebijakan “penahanan administratif” Israel.

Dalam pidatonya, Khaled Al-Batsh, pemimpin gerakan tersebut, mengatakan: “Kami memperingatkan pendudukan Israel agar tidak membahayakan kehidupan tahanan al-Akhras dan kami meminta pertanggungjawaban mereka (Israel) jika terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan, terjadi padanya.”

Maher al-Akhras ditahan pada 27 Juli oleh otoritas Israel di bawah penahanan administratif, tanpa pengadilan atau dakwaan, yang mendorongnya untuk melakukan mogok makan terbuka.

Di bawah kebijakan penahanan administratif Israel, tahanan dapat ditahan hingga satu tahun tanpa dakwaan atau pengadilan. Sekitar 5.000 tahanan politik Palestina mendekam di penjara Israel, termasuk 43 wanita, 180 anak-anak, dan 430 tahanan di bawah penahanan administratif. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here