Orang Kelaparan di Australia Naik Dua Kali Akibat Pandemi

Gelandangan di Sydney Australia. Foto:sbs

Indonesiainside.id, Sydney – Jumlah warga Australia yang membutuhkan donasi makanan naik hampir dua kali lipat selama COVID-19 merebak. Banyak pekerja lepas dan pelajar internasional sebagai kelompok yang terdampak paling parah, ungkap sebuah laporan pada Senin (12/10).

Menurut Foodbank, lembaga penyedia donasi makanan dan bahan makanan terbesar di negara itu, tiga dari 10 warga Australia yang mengalami kerentanan pangan pada 2020 tidak merasakannya sebelum COVID-19 merebak.

“Laporan itu menyoroti bahwa, di saat kebutuhan atas donasi makanan menjadi tidak menentu dan tidak bisa diprediksi, sejumlah badan amal melaporkan bahwa total permintaan naik 47 persen dan banyak dari mereka yang kini mengalami kerentanan pangan sebelumnya tidak pernah membutuhkan bantuan,” tutur CEO Foodbank Australia Brianna Casey, dilansir Xinhua.

Pekerja lepas, yang menghadapi kemungkinan lebih besar untuk kehilangan pekerjaan akibat pandemi, dan pelajar internasional, yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan pemerintah, merupakan dua kelompok yang lebih rentan jika dibandingkan dengan kelompok lain.

Selain itu, anak muda mengalami kerentanan pangan pada level yang jauh lebih tinggi dibanding generasi tua, dengan 65 persen penderita kerentanan pangan berusia 18-25 tahun mengalami kelaparan sedikitnya sekali dalam sepekan.

Meski pemerintah telah mengeluarkan paket kesejahteraan yang bertujuan untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, ada kekhawatiran tentang bagaimana mereka bisa bertahan hidup saat pembayaran dihentikan atau dipangkas, menurut laporan itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here