Amnesty Internasional Temukan Bukti Baru Serangan di Rakhine Myanmar

Aparat keamanan berdiri dengan latar belakang sebuah masjid yang dibakar di pinggiran Kota Sittwe di negara bagian Rakhine, 9 Agustus 2013 (Radio Free Asia)

Indonesiainside.id, Dhaka – Amnesty Internasional mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah mengumpulkan bukti baru serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil di Myanmar di tengah eskalasi konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara militer negara dan Tentara Arakan.

Bukti menunjukkan bahwa militer Myanmar membakar desa-desa dan melukai serta membunuh warga sipil di Rakhine pada awal September.

“Bukti-bukti itu didasarkan pada kesaksian langsung, foto dan video yang diperoleh dari dalam Rakhine, analisis citra satelit dan laporan media serta sumber masyarakat sipil,” kata Amnesty dalam sebuah laporan.

Organisasi HAM itu juga prihatin atas laporan baru-baru ini tentang peningkatan kehadiran pasukan Myanmar di sepanjang perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.

Gambar ranjau antipersonel yang baru-baru ini ditemukan di daerah sipil dianalisis oleh ahli senjata Amnesty Internasional dan diidentifikasi sebagai ranjau darat tipe MM2 yang sering digunakan oleh militer Myanmar.

Beberapa insiden yang melibatkan warga sipil yang terluka atau terbunuh oleh ranjau darat telah dilaporkan secara meyakinkan di negara bagian Rakhine dan Chin dalam beberapa bulan terakhir oleh masyarakat sipil dan media setempat.

Menurut perkiraan kelompok masyarakat sipil setempat, jumlah warga sipil yang tewas dalam konflik sejak Desember 2018 di Rakhine dan Chin mencapai 289 orang dengan 641 lainnya terluka.

Angka tersebut sebenarnya tidak bisa diverifikasi secara independen karena penutupan jaringan internet seluler dan tindakan keras pemerintah yang meluas terhadap pelaporan media telah menghambat upaya dokumentasi di daerah yang terkena dampak konflik.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here