Azerbaijan: Pelanggaran Gencatan Senjata Bukti Armenia Negara Teror dan Fasis

Tangkapan layar sebuah lokasi yang terkena hantaman roket dalam perang Armenia-Azerbaijan

Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden Azerbaijan menegaskan bahwa militer Armenia melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati Sabtu lalu untuk wilayah pendudukan Karabakh Atas, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh.

Dalam wawancara dengan Haber Global TV, Presiden Ilham Aliyev mengungkapkan bahwa tentara Azerbaijan telah membalas serangan tersebut. Kesepakatan gencatan senjata di Moskow diadopsi demi kepentingan kemanusiaan dan tidak menawarkan resolusi penuh atas konflik tersebut, kata Aliyev.

Menurut presiden Azerbaijan, pasukan Armenia kembali menyerang pemukiman sipil di Ganja – salah satu provinsi terpadat di Azerbaijan – melalui serangan misil yang menewaskan warga sipil.

Serangan Armenia terhadap warga sipil di dalam perbatasan Azerbaijan menunjukkan warna asli Yerevan, kata Aliyev, menuduh Armenia sebagai negara teror dan fasisme.

Selain itu, kampanye disinformasi yang dilakukan negara itu untuk merusak reputasi Azerbaijan secara global pasti akan gagal karena teknologi komunikasi yang canggih saat ini akan mengungkapkan apa yang sedang terjadi di kawasan itu hingga ke seluruh dunia, ujar dia.

Menekankan bahwa tentara Azerbaijan berusaha membebaskan wilayahnya di bawah pendudukan Armenia, Aliyev menekankan bahwa konflik akan berakhir jika pasukan Armenia meninggalkan wilayah pendudukan itu.

Turki harus menjadi ketua bersama Grup Minsk

Aliyev juga kembali menyuarakan seruan negaranya agar Turki dimasukkan dalam proses damai untuk menyelesaikan konflik Azerbaijan yang sedang berlangsung dengan Armenia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here