Bank Dunia Setujui Paket Senilai 12 Miliar Dolar Bantu Negara Berkembang Membeli Vaksin Covid-19

Foto yang disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) ini menunjukkan seorang peneliti yang bekerja di laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Moskow, Rusia, Kamis (6/8/2020). Xinhua/RDIF)

Indonesiainside.id, Jakarta – Bank Dunia pada Selasa (13/10) mengumumkan bahwa Dewan Direktur Eksekutif telah menyetujui dana 12 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp14.793) untuk negara-negara berkembang agar dapat mendanai pembelian dan pendistribusian vaksin, tes, dan pengobatan COVID-19 bagi warga mereka.

Dana tersebut, yang bertujuan untuk mendukung vaksinasi sampai dengan 1 miliar orang, merupakan bagian dari keseluruhan paket Bank Dunia senilai hingga 160 miliar dolar AS yang akan digelontorkan sampai dengan Juni 2021 dalam rangka membantu negara-negara berkembang memerangi pandemi, papar sebuah pernyataan.

Dana ini menambah pendanaan baru untuk program-program respons darurat COVID-19 Bank Dunia yang menjangkau 111 negara, urai pernyataan tersebut.

“Kami memperpanjang dan memperluas pendekatan jalur cepat kami untuk mengatasi keadaan darurat COVID agar negara-negara berkembang bisa memiliki akses yang adil maupun setara dalam mendapatkan vaksin,” ujar Presiden Bank Dunia David Malpass.

“Akses mendapatkan vaksin yang aman dan efektif maupun sistem pengiriman yang kuat menjadi kunci untuk membalikkan arah perkembangan pandemi, serta membantu negara-negara yang mengalami dampak ekonomi dan fiskal parah agar bisa bergerak maju menuju pemulihan yang kuat,” lanjut Malpass.

Kasus COVID-19 global menembus angka 38 juta pada Selasa malam, dengan lebih dari 1 juta kematian dilaporkan, ungkap alat pelacak data real-timeyang dikembangkan di Universitas Johns Hopkins.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here