Didemo dan Dikecam Hubungannya dengan Zionis, Pemerintah Bahrain Ancam Pantau Medsos Warganya

Aksi demonstrasi masyarakat Bahrain mengecam normalisasi hubungan dengan Israel. Foto: dailysabah

Indonesiainside.id, Jakarta – Kesepakatan normalisasi hubungan antara Bahrain dengan Israel memicu aksi protes di dalam negeri. Selain melakukan aksi demo, warga juga mengkritik habis-habisan pemerintahnya di media sosial.

Meningkatnya eskalasi kritik di media sosial membuat otoritas Bahrain mengancam mereka yang mengkritik kesepakatan normalisasi yang ditengahi AS dengan Israel di platform media sosial, dengan mengatakan aktivis tersebut akan menghadapi pidana.

Direktorat Jenderal Anti-Korupsi dan Kejahatan Ekonomi dan Elektronik Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa mereka memantau akun media sosial yang “mencemarkan nama baik” Bahrain terkait perjanjian damai dengan Israel.

Kementerian menuduh bahwa akun medsos itu “menyebarkan hasutan” dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas nasional dan dijalankan oleh “buronan” dari negara Teluk Persia.

Bahrain mengancam menerapkan “langkah hukum” terhadap mereka yang membuat pesan-pesan kritis di media sosial.

Seperti diketahui, pada 11 September, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam menormalisasi hubungan dengan Israel.

Empat hari kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menandatangani perjanjian dengan Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Trump di Gedung Putih.

Warga Palestina, yang memperjuangkan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki zionis Israel, dengan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya, telah mengutuk kesepakatan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka melawan pendudukan Israel.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here