Raja Malaysia Tunda Panggil Partai Koalisi Anwar Ibrahim, Ada Apa?

Rivalitas kubu Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin

Indonesiainsiode.id, Jakarta – Raja Malaysia menunda agenda pertemuan dengan koalisi oposisi yang dibentuk oleh Anwar Ibrahim.

Partai Aksi Demokrasi dan Partai Amanah dalam pernyataan bersamanya pada Rabu menyampaikan awalnya diminta bertemu dengan Raja Malaysia pada Rabu pagi (14/10). Pertemuan itu sebagai tindak lanjut atas audiensi pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan Raja Malaysia, Selasa (13/10).

“Kami dikabari tadi malam oleh sekretariat bawa pertemuan dengan Raja Malaysia ditunda,” ujar Sekjen DAP Lim Guang Eng dan Presiden Amanah Mohamad Sabu dalam pernyataannya.

Belum ada pernyataan resmi dari Raja Malaysia kapan kedua partai itu akan dipanggil. Dalam konstitusi Malaysia, Raja memiliki wewenang untuk menentukan perdana menteri baru yang dinilai mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen.

PM Muhyiddin Yasin merupakan perdana menteri yang ditunjuk Raja pada Maret 2020 karena dianggap mendapatkan dukungan mayoritas.

Selasa lalu, Anwar mengaku telah menyerahkan dokumen sah yang berisi dukungan lebih dari 120 anggota parlemen yang mendukungnya sebagai perdana menteri menggantikan Muhyiddin Yasin.

Namun, Raja Malaysia menyatakan Anwar tidak menunjukkan bukti konkrit dirinya didukung mayoritas anggota parlemen. Anwar Ibrahim hanya menyampaikan jumlah yang mendukung, tetapi tidak merinci nama-nama pendukungnya.

Dalam aturan politik Malaysia, diperlukan minimal 112 kursi anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan. Koalisi oposisi Pakatan Harapan yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat, Partai Aksi Demokrasi, dan Partai Amanah memiliki 91 kursi. (Aza/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here